Text
Implikasi Pemekaran Daerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Semangat desentralisasi telah memberikan peluang bagi banyak daerah untuk dapat mentapkan kebijakan pembangunan daerah sesuai dengan potensi dan kemampuan daerah. Berbagai hal yang terkait dengan pembangunan yang dijalankan oleh daerah pada dasanya ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan. Kesejahteraan yang dimaksud merupakan sebuah kondisi yang secara umum dapat dirasakan oleh masyarakat seperti makin mudahnya akses terhadap pelayanan publik (kesehatan. pendidikan dan lapangan pekerjaan). Kebijakan yang dijalankan oleh daerah untuk mewujudkan kesejahteraan telah dijadikan landasan mengusulkan
dilakukannya pemekaran suatu wilayah.
Prasarat pemekaran yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 129 Tahun 2000 pada dasarnya telah memperhatikan upaya efektivitas pembangunan yang dijalankan pada daerah otonom baru. Namun apakah pemekaran yang dilakukan oleh banyak daerah setelah tahun 2000 telah bermanfaat bagi masyarakat ? Penelitian yang dilakukan di Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonom baru (hasil pemekaran) berupaya menilai manfaat dilakukannya pemekaran. Perubahan status menjadi daerah otonom baru menjadi harapan bagi sebagian besar masyarakat untuk mendapatkan manfaat sosial ekonomi. Perubahan yang dirasakan oleh masyarakat dapat dikatakan sebagai akibat dari status daerah sebelum pemekaran dan keuntungan dari lokasi geografis daerah. Berbagai hal terkait pembangunan Kota Tasikmalaya perlu disikapi dengan bijak khususnya terkait dengan kondisi daerah dan hubungan dengan daerah induk (Kabupaten Tasikmalaya).
Tidak tersedia versi lain